Kisahnya
sederhana. Kisahku. Dalam perjalanan ke Gereja di suatu pagi, sepeda motorku
kehabisan bensin. Mesinnya mati dan karena itu, kuharus mendorongnya, sambil
berharap ada pangkalan bensin di dekat situ. Jarum jam terus berjalan dan dalam
hatiku hanya ada keluhan: “Sial, saya pasti terlambat!” Setelah 200an meter,
barulah kutemui pangkalan bensin, dengan segera mengisinya, dan dengan
terburu-buru memacu motor ke arah menuju Gereja. Dan benar, aku terlambat masuk gereja, walau tak
terlambat sekali !! (Hehehe)
Kisah ini
mengingatkanku pada rangkaian kisah serupa, yang lebih suka kunamakan:
“Pengalaman Tunda”. Bukan “menunda”, karena pengalaman-pengalaman itu terjadi
tanpa dengan sengaja kukehendaki sebelumnya. Kunamai “Tunda”, karena datangnya
tiba-tiba, sebuah ‘Stop’ yang terjadi di luar rencana, suatu “Interupsi” yang lebih
sering menjengkelkan.
Banyak
kali hidup memang mengharuskan kita menghadapi “Pengalaman Tunda” seperti ini, entah siap,
entah tidak. Dan aku tersadar bahwa peristiwa seperti itu bukan kebetulan
belaka. Barangkali aku dan kalian sedang diminta supaya lebih terlatih untuk ‘sabar’
dan ‘tenang’ atau apapun yang lain. Kita toh tetap akan sampai ke tujuan, hanya
saja hidup meminta kita untuk ‘berhenti’ karena ada sesuatu yang barangkali perlu
dialami untuk dipelajari, dirasakan untuk dimengerti.
Menghadapi
“pengalaman Tunda”, barangkali seperti mendapat “Kursus Gratis”, bekal menghadapi
hari-hari di depan sana.
2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar