Label

Rabu, 21 Agustus 2013

Baju


baju kita ‘kan mengabu
jatuh utuh menyatu debu
karna jiwa berbalut rapuh

maut berdiri seakrab nafas
menanti datang bulan yang pas
mencabik habis baju yang batas

ah, demikian nasib baju bukan?
tak usah bersusah meniduri sedih
tak usah berpayah menyetubuhi perih
apalagi mengutuki baju tanpa kasihan

bukankah mentari lahir di pagi hari,
lantas mundur teratur dalam segera
bukankah insan hadir dalam hari,
terhimpit antara sempitnya sementara

selama jiwa belum diusir ke tepi
biarkan baju mengulur jemari
menggaris kaki yang berdiri
pada raut hari-hari


2011





Tidak ada komentar:

Posting Komentar